SURABAYA – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Jawa Timur menutup Pelatihan Lembaga Advokasi Hukum dan HAM (LAKUMHAM) yang berlangsung intensif selama dua hari, Sabtu dan Minggu, 29-30 November 2025, di Hotel Harris Gubeng, Surabaya. Pelatihan ini merupakan langkah strategis PKB untuk memperkuat kapasitas hukum dan advokasi di tingkat daerah, dengan tujuan menjadikan partai sebagai garda terdepan pembelaan hak-hak masyarakat.
Pelatihan ini diikuti oleh dua kader terbaik yang didelegasikan dari setiap Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB se-Jawa Timur. Acara dihadiri langsung oleh Ketua LAKUMHAM PKB Jawa Timur, Otman Ralibi, S.H., bersama Sekretaris, H. Muchammad Ja’far Shodiq, SH., M.H.
Ketua LAKUMHAM, Otman Ralibi, menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas keahlian hukum ini bertujuan agar PKB dapat memberikan pendampingan hukum dan HAM yang lebih optimal dan profesional kepada masyarakat.
“Instruksi ini menegaskan komitmen PKB Jatim dalam menjalankan fungsi partai tidak hanya sebagai wadah politik, tetapi juga sebagai lembaga yang aktif memberikan bantuan dan perlindungan hukum bagi warga,” sambut Otman Ralibi.
PKB secara tegas menepis pandangan umum yang menyebut partai politik hanya aktif menjelang Pemilu. LAKUMHAM ditekankan sebagai jawaban atas kebutuhan advokasi yang terus menerus.
“PKB tidak bergerak di saat-saat Pemilu saja, namun kita bergerak di saat-saat ada masalah di masyarakat. Kita melakukan advokasi, pembelaan, dan sebagainya,” tambah Otman.
Dengan adanya kader terlatih di setiap DPC, LAKUMHAM bertekad memastikan setiap masalah yang dihadapi masyarakat—mulai dari sengketa lahan, ketidakadilan kebijakan, hingga kasus HAM—mendapatkan pembelaan yang layak.
Di penutup pelatihan, Sekretaris LAKUMHAM Jatim, H. Muchammad Ja’far Shodiq, menyampaikan harapan besar agar pergerakan advokasi menjangkau hingga ke tingkat paling bawah (akar rumput).
“Kami berharap struktur bergerak sampai pada tingkat yang paling bawah nanti. PKB komitmen untuk menjamin bahwa pendampingan hukum dan HAM yang disediakan oleh LAKUMHAM dapat diakses oleh masyarakat di tingkat bawah,” tegas Ja’far Shodiq.
Ia menambahkan, dengan jangkauan tersebut, isu-isu di akar rumput yang selama ini luput dari perhatian publik dan media dapat terangkat dan ditangani secara profesional oleh kader yang telah dilatih.
Untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kader dalam melakukan pendampingan, LAKUMHAM menghadirkan akademisi dari Fakultas Hukum dan Ilmu Politik Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, meliputi:
-
Advokasi Hak Asasi Manusia: Haidar Adam, S.H., LL.M. (Dosen Fakultas Hukum UNAIR).
-
Advokasi Lingkungan Hidup: Franky Buter, M.Dev. Prac., LL.M (Dosen Ilmu Hukum di Fakultas Hukum UNAIR).
-
Advokasi Kebijakan Publik: Fahrul Muzaqqi, S.IP., M.IP. (Dosen Ilmu Politik di FISIP UNAIR).
Pelatihan perdana ini diharapkan menjadi modal awal LAKUMHAM PKB Jatim untuk menjadi kekuatan advokasi yang solid dan merata bagi seluruh masyarakat Jawa Timur. (Ad/red)
