Kongres Pertama dan Rakernas ke 7 Gerakan Pembumian Pancasila Merumuskan Nilai Pancasila Di kehidupan sehari-hari

Semarang,_ Jurnal Hukum Indonesia.

Kongres Pertama dan Rapat Kerja Nasional ke 7 Gerakan Pembumian Pancasila (GPP) dilaksanakan mulai 5 – 7 Desember 2025, berada hotel Metro Semarang Jawa Tengah dengan tema “Peringatan ke 80 Tahun Kemerdekaan Indonesia dan Hari Lahirnya Pancasila : QUA VADIS CITA CITA REVOLUSI NASIONAL “, dihadiri segenap Ketua dan Sekretaris, dari berbagai pelosok Nusantara.
Terlaksananya Kongres mempunyai tujuan untuk mengonsolidasikan Gerakan Pembumian Pancasila (GPP) sebagai organisasi yang berperan aktif dalam memperkuat nilai-nilai Pancasila pada seluruh elemen bangsa, serta pembangun arah strategis gerakan kebangsaan dalam menyongsong 80 tahun Indonesia Merdeka dan memperkuat komitmen terhadap cita-cita Revolusi Nasional.

Ketua DPC Kota Surabaya. Membidangi komisi Idiologi juga anggota Kongres Agus Priyanto (Gus Tri) menyampaikan “Perlunya payung undang undang, disegenap institusi pemerintah eksekutif, yudikatif,lembaga pendidikan, yayasan maupun pondokan pendidikan idiologi pancasila juga perlunya Kurikulum pendidikan pancasila di sekolah sekolah dalam upaya Pembumian Pancasila yang melaksanakan kongres menjadikan saya lebih yakin dan mantap dalam melaksanakan tugas serta tanggung jawab, terlebih lagi di era sekarang ini banyak generasi muda atau Gen-Z belum mengerti makna dan arti Pancasila itu sendiri baik secara moril maupun dalam kehidupan sehari-hari, lebih miris lagi masih ada yang tidak hafal 5 Pasal Pancasila. Untuk itu Kongres ini momen yang tepat kita sebagai warga negara maupun anggota lembaga, lebih bisa mengimplementasikan PANCASILA dalam kehidupan kita sehari-hari” ungkapnya.

Dalam hal ini, pelaksanaan Rakernas GPP telah merumuskan kebijakan, program, dan langkah strategis GPP untuk periode kerja berikutnya, sesuai tantangan nasional terkini, dengan mengevaluasi organisasi secara menyeluruh melalui laporan pertanggungjawaban, penguatan kelembagaan, serta pembaruan struktur kepengurusan bila diperlukan. Memperdalam pemahaman dan implementasi nilai-nilai Pancasila melalui dialog kebangsaan, diskusi ilmiah, dan penyusunan arah pembumian Pancasila di masyarakat.

Sementara, manfaat yang diharapkan terwujudnya arah gerak GPP yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan relevan dengan perkembangan zaman. Meningkatnya kesadaran kolektif untuk menjaga, merawat, dan mewujudkan Pancasila dalam tindakan nyata, terciptanya ruang dialog nasional yang produktif dalam memperkuat cita-cita Revolusi Nasional menuju Indonesia Emas 2045 dan seterusnya.

_Jurnalis, KP Dhar SN_.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *