JURNAL HUKUM INDONESIA BANGKALAN – Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) di Puskesmas Jaddih, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Jumlah ibu bersalin yang memanfaatkan layanan ini meningkat dari rata-rata 1 pasien per bulan menjadi sekitar 5 pasien per bulan.
Kepala Puskesmas Jaddih, drg. Purwanti, mengungkapkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan persalinan di puskesmas mulai tumbuh. “Layanan PONED di Puskesmas Jaddih kini didukung fasilitas yang lebih memadai dan tenaga kesehatan lebih terlatih dalam menangani persalinan normal hingga kegawatdaruratan dasar pada ibu dan bayi,” ujarnya.
Pelayanan persalinan di PONED Puskesmas Jaddih sudah dapat diakses secara gratis melalui program Universal Health Coverage (UHC) Pemerintah Kabupaten Bangkalan yang terintegrasi dengan BPJS Kesehatan.
“Pelayanan persalinan di PONED kini gratis yang dicover BPJS Kesehatan dengan program UHC. Bahkan bayi yang lahir bisa langsung diuruskan akta kelahirannya,” jelas drg. Purwanti.
Namun, drg. Purwanti mengakui bahwa layanan PONED di Puskesmas Jaddih masih membutuhkan promosi dan sosialisasi lebih luas agar masyarakat semakin memahami manfaatnya. “Kami butuh dukungan semua pihak untuk sosialisasi. Karena tujuan PONED ini jelas, agar ibu melahirkan dengan aman, bayi sehat, dan angka kematian ibu dan bayi bisa ditekan,” pungkasnya.
Jurnalis Robin