Di Balik Kesunyian Ibadah Haji, Ada Ketulusan Para Pembimbing yang Tak Selalu Terlihat

JURNAL HUKUM INDONESIA MAKKAH Di tengah berbagai komentar, kritik, dan pernyataan yang beredar di sejumlah media terkait keberadaan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU), termasuk pernyataan-pernyataan yang muncul dari sebagian pihak maupun Tim Pengawas Haji DPR RI, ada satu hal yang mungkin sering luput dilihat oleh banyak orang:

Bahwa di balik jutaan jamaah haji Indonesia yang mampu menjalankan ibadah dengan lebih tenang, lebih tertib, dan lebih memahami manasiknya…
ada peran besar para pembimbing dan petugas KBIHU yang selama ini bekerja dalam senyap.

Mereka bukan hanya mengurus administrasi keberangkatan.
Mereka mendampingi jamaah sejak:
– proses manasik,
– persiapan keberangkatan,
– perjalanan menuju Tanah Suci,
– hingga kembali lagi ke tanah air.

Bahkan dalam banyak keadaan, para pembimbing KBIHU menjadi:
– penolong pertama,
– tempat bertanya,
– tempat mengadu,
– sekaligus keluarga bagi jamaah selama di Tanah Suci.

Tidak sedikit masyarakat yang mungkin hanya melihat KBIHU dari luar.
Namun mereka tidak melihat:
– bagaimana pembimbing harus berjalan berjam-jam mendampingi jamaah lansia,
– bagaimana mereka harus begadang mencari jamaah yang terpisah,
– bagaimana mereka menenangkan jamaah yang sakit dan panik,
– bahkan bagaimana mereka rela membopong, menggandeng, dan menggendong jamaah demi menyempurnakan ibadah para tamu Allah.

Di tengah panasnya Haramain, di tengah padatnya thawaf, di tengah beratnya perjalanan ARMUZNA,
para pembimbing KBIHU tetap berdiri paling depan mendampingi jamaah.
Kadang tanpa tidur. Kadang tanpa sempat memikirkan dirinya sendiri.
Karena bagi mereka, keselamatan dan kelancaran ibadah jamaah adalah amanah.

Hal itu pula yang terus dilakukan oleh *KBIHU Al-Gratis (AG) Bangkalan* dalam pelayanan haji tahun 2026.
Sejak sebelum keberangkatan, jamaah AG telah dibimbing melalui:
– manasik rutin berbasis praktik dan kitab kuning,
– pendampingan kesehatan,
– pembagian perlengkapan jamaah,
– penguatan spiritual,
– hingga pengajian rutin setiap hari selama di Tanah Suci.

Selama berada di Makkah, jamaah tidak hanya dibimbing secara teknis,
tetapi juga didampingi secara emosional dan ruhani. Mulai:
– evaluasi umroh wajib,
– pengajian kitab đź“– _Al-Iidhah fii Manasikil Hajji wal Umroh_,
– pendampingan thawaf dan sa’i,
– koordinasi ARMUZNA,
– hingga istighosah dan doa bersama menjelang Arafah.

Semua dilakukan demi satu tujuan: agar jamaah merasa aman, tenang, dan mampu beribadah dengan baik.

Tidak berhenti di sana.
KBIHU AG juga menghadirkan berbagai program pelayanan dan pembinaan jamaah, di antaranya:
– pengajian rutin ba’da Dhuhur di musholla hotel,
– pendampingan lansia dan jamaah risiko tinggi,
– koordinasi intensif ARMUZNA,
– layanan kursi roda,
– pembagian identitas dan gelang jamaah,
– pembinaan ruhani,
– hingga program Wakaf Al-Qur’an bekerja sama dengan Makkah Al-Haromain Waqaf
yang telah diikuti ratusan pewakaf.

Semua itu lahir dari semangat pelayanan. Bukan semata-mata aktivitas teknis.

Masyarakat juga perlu memahami bahwa sebagian besar pembimbing KBIHU bekerja jauh melampaui kewajiban formalnya.
Banyak di antara mereka:
– mendampingi jamaah 24 jam,
– membantu jamaah sakit,
– mencarikan obat,
– membantu komunikasi keluarga,
– bahkan rela mengorbankan tenaga, waktu, dan perasaannya demi jamaah.

Tidak sedikit pembimbing yang justru kelelahan karena terlalu fokus melayani jamaah.
Namun semua itu tetap dilakukan dengan penuh kesabaran.
Karena bagi mereka, jamaah haji bukan pelanggan.
Mereka adalah: *“TAMU ALLAH”*.

Tentu kritik dan evaluasi tetap penting demi perbaikan pelayanan haji nasional.
Namun alangkah bijaknya bila penilaian dilakukan secara utuh dan adil,
dengan melihat kenyataan di lapangan serta pengorbanan para pembimbing yang selama ini membersamai jamaah dalam situasi yang tidak mudah.

Sebab sesungguhnya… di balik lancarnya langkah seorang jamaah menuju Ka’bah,
sering kali ada orang-orang yang diam-diam lelah membantu mereka sampai ke sana.
Dan mungkin… tidak semua kebaikan para pembimbing KBIHU tercatat di media atau laporan resmi.
Tetapi insyaAllah, semua pengabdian itu tercatat di sisi Allah SWT.

KBIHU Bukan Sekadar Pendamping Perjalanan, Tetapi Penjaga dan

Penulis Isw89 

Sumber. KBIHU AL GRATIS 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *