Penulis;Septian Agung Putra Kusuma
Sidoarjo, Jurnal Hukum Indonesia.–
29 Desember 2025, Asisten Laboratorium Pusat Kajian Administrasi Publik (PUSKAP) melalui Divisi Kajian Publik, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur melakukan kegiatan diskusi bersama yaitu kegiatan Srawung Sesarengan di Kampung Lali Gadget yang terletak di Bendet, RT.02/RW.03, Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Diskusi ini diselenggarakan untuk mengetahui bagaimana inovasi program Kampung Lali Gadget (KLG) dalam memengaruhi budaya dan lingkungan yang sehat terhindar dari kecanduan gadget. Adapun narasumber dari KLG disampaikan oleh Kawan Founder Yayasan Kampung Lali Gadget, yaitu Kak Achmad Nizar Pratama dan salah satu rekannya yaitu Kak Gista yang membantu mengelola yayasan ini.
Kegiatan Srawung Sesarengan adalah kegiatan diskusi terbuka yang dilakukan oleh peserta, yaitu mahasiswa Administrasi Publik, UPN “Veteran” Jawa Timur bersama pengurus Kampung Lali Gadget. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memperkuat interaksi sosial masyarakat melalui pembatasan penggunaan gadget, pemanfaatan permainan tradisional, pendidikan non-formal dalam menanam nilai budaya, serta pembangunan ruang publik yang ramah anak. Diskusi yang dibahas mengangkat tema mengenai “Membangun Desa Wisata yang Sehat, Berbudaya, dan Berkelanjutan Berbasis Komunitas”. Kegiatan diskusi terbuka ini dimaksudkan untuk membuka dan memperluas wawasan bagi para mahasiswa dalam menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya pelestarian budaya lokal, pembangunan desa wisata yang berkelanjutan, dan keterlibatan warga dalam pembangunan sosial berbasis komunitas.
Kegiatan dimulai dengan pemaparan mengenai latar belakang Kampung Lali Gadget oleh Narasumber terkait, yaitu Kak Nizar. Awal mula ide pembuatan program ini ialah minimnya minat baca anak-anak di Indonesia dari SD, SMP, bahkan SMA yang belum bisa membaca dengan baik. Berdasarkan data dari UNESCO tahun 2024, minat pembaca di Indonesia hanyalah sebesar 0,001% tingkat baca. Kampung Lali Gadget tidak pernah berpendapat bahwa gadget merupakan musuh terbesar, melainkan mengajarkan bagaimana cara memonitoring anak untuk lebih aktif bergerak tanpa gadget, dan membiasakan anak tumbuh terhindar dari kebiasaan penggunaan gadget. Ia juga menambahkan bahwa mereka tidak menolak dengan adanya kemajuan zaman, melainkan dengan mengajarkan bagaimana menggunakan teknologi dengan bijak.
Tertarik dengan kegiatan Kampung Lali Gadget? Kunjungi laman kampunglaligadget.org atau sosial media melalui akun Instagram atau TikTok @kampunglaligadget yang menawarkan berbagai kegiatan dengan tujuan untuk pengelolaan kognitif anak atau healing bagi orang dewasa dengan kegiatan lapangan. Beberapa paket program dan tema permainan juga tersedia, seperti daun, tanah, air, dan lain sebagainya. Motto Kampung Kali Gadget adalah Kampung Lali Gadget hadir menawarkan solusi untuk mengurangi dampak negatif teknologi dengan pendekatan berbasis budaya. Kami mengajak anak-anak kembali bermain, belajar, dan bertumbuh melalui nilai-nilai kearifan lokal.