By: Achmad Milal Bidemi Santoso
Bangkalan,Jurnal Hukum Indosnesia.–
Di lingkungan kampus, aktivitas mahasiswa umumnya didominasi oleh kegiatan yang membutuhkan banyak waktu duduk, seperti mengikuti perkuliahan, mengerjakan tugas, atau menghadiri rapat organisasi. Kondisi ini membuat gaya hidup mahasiswa cenderung kurang aktif. Padahal, salah satu kebiasaan sederhana yang dapat membantu meningkatkan aktivitas fisik adalah naik tangga. Sayangnya, banyak mahasiswa lebih memilih menggunakan lift atau eskalator karena dianggap lebih praktis dan cepat. Bahkan ketika melewati tangga, tidak sedikit yang mengeluh, padahal kebiasaan naik tangga memberikan manfaat besar bagi kesehatan.
Naik tangga merupakan bentuk aktivitas fisik ringan yang mampu memperkuat otot kaki, meningkatkan fungsi jantung, serta memperbaiki sirkulasi darah. Bagi mahasiswa yang sering merasa cepat lelah, kebiasaan ini dapat membantu meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh selama menjalani kegiatan perkuliahan. Selain itu, naik tangga juga terbukti membantu menurunkan risiko penyakit seperti obesitas, diabetes, dan gangguan kardiovaskular. Aktivitas ini lebih efektif dalam membakar kalori dibandingkan berjalan biasa, sehingga bermanfaat bagi mahasiswa yang memiliki pola makan kurang teratur atau sering mengonsumsi makanan cepat saji.
Dengan berbagai manfaat tersebut, naik tangga seharusnya tidak lagi dipandang sebagai aktivitas sepele. Mahasiswa dapat memulainya dengan langkah sederhana, seperti memilih tangga untuk naik satu atau dua lantai sebelum menggunakan lift pada lantai yang lebih tinggi. Kebiasaan kecil ini mampu memberikan perubahan positif bagi kebugaran tubuh serta menjaga energi dalam menjalani rutinitas akademik. Pada akhirnya, menjadikan naik tangga sebagai bagian dari aktivitas harian merupakan salah satu bentuk investasi kesehatan yang mudah dilakukan di tengah kesibukan perkuliahan.
Juma’t 19 Desember 2025
Buya Dr. Mohamad Djasuli
Pengasuh PPM Tebu Falah