Bojonegoro – jurnalhukumindonesia.in, Sebuah kisah perjuangan yang mengharukan sekaligus membanggakan datang dari Desa Geger Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro. Moch Mujahid Sabillillah, atau yang akrab disapa Billy, membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih mimpi besar. Putra dari pasangan pedagang nasi goreng ini resmi dilantik menjadi anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di SPN Polda Jatim. Pada, Rabu,(24/12/2025).
Billy adalah putra dari pasangan Bapak Huda dan Ibu Icha. Sehari-hari, sang ibu, Ibu Icha, dengan setia mendampingi suaminya bergelut dengan panasnya wajan dan asap nasi goreng demi biaya pendidikan anak-anaknya.
Keberhasilan Billy tidak lepas dari tetesan keringat kedua orang tuanya, Bapak Huda dan Ibu Icha. Sebelum menetap di desa, pasangan ini pernah mengadu nasib sebagai Pedagang Kaki Lima (PKL) nasi goreng di Surabaya.
Perjalanan mereka mencari nafkah penuh dengan rintangan. Menurut pengakuan kerabat keluarga, Bapak Huda dan Ibu Icha sempat mengalami pahitnya penertiban jalanan.
“Perjuangan mereka luar biasa. Saat berjualan di Surabaya, mereka pernah dikejar-kejar Satpol PP, bahkan rombong (gerobak) miliknya pernah diangkut petugas,” kenang salah satu kerabat.
Namun, segala intimidasi dan kerasnya hidup di perantauan tidak menyurutkan semangat mereka. Tekad untuk menyekolahkan anak hingga sukses menjadi bahan bakar utama bagi pasangan ini untuk terus bertahan.
“Hingga saat ini pun masih meneruskan pekerjaannya sebagai pedagang nasi goreng di desa geger kecamatan kedungadem,” imbuhnya
Billy sendiri dikenal sebagai pemuda yang sangat gigih dan cerdas. Di mata keluarga, guru dan warga, ia adalah sosok yang menonjol sejak duduk di bangku sekolah, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Prestasi Billy tidak hanya terbatas di dalam kelas, di sekolah SMKN 4 Bojonegoro aktif ekskul sekaligus menjadi komnadan BRIMAPA. Ia tercatat pernah mengemban amanah sebagai Kange Yune Bojonegoro 2023, duta wisata daerah yang menuntut kecerdasan, etika, dan kemampuan komunikasi yang mumpuni. ia mewakili Kabupaten Bojonegoro di Duta Wisata Raka Raki Jawa Timur 2024 sampai saat ini. Menjadi anggota PASKIBRAKA Kabupaten Bojonegoro Tahun 2022. Pengalaman inilah yang turut membentuk karakter kepemimpinan dan pengabdiannya sebelum akhirnya memantapkan diri masuk ke institusi Polri.
Bagi Bapak Huda, melihat putranya mengenakan seragam cokelat adalah jawaban dari doa-doa panjang yang ia panjatkan di sela-sela melayani pelanggan nasi gorengnya.
“Kami selalu berdoa agar anak-anak kami menjadi orang sukses,” ujar Bapak Huda dengan mata berkaca-kaca penuh rasa syukur.
Bagi Billy, sosok ibunya bukan sekadar orang tua, melainkan sumber kekuatan utama. Di setiap suapan nasi dan peluh yang jatuh saat melayani pembeli, Ibu Icha selalu menyelipkan harapan besar agar anaknya tidak perlu menjalani hidup sekeras dirinya.
“Kesuksesan ini adalah jawaban dari doa-doa ibu saya. Beliau yang paling kuat meyakinkan saya saat saya ragu,” ungkapnya
Ibu Icha pun berpesan agar anaknya tetap mendahulukan adab.
“Selamat atas gelar barumu nang, tetaplah menjadi anak sholihnya ibu, yang selalu mendahulukan adab dimana pun kamu berada,” harapnya.
Kini, Billy siap menjalankan tugasnya mengabdi kepada negara. Kisahnya menjadi inspirasi bagi generasi muda di Bojonegoro bahwa kerja keras yang dibarengi doa orang tua mampu mendobrak sekat-sekat keterbatasan. (ad/red)