Warga Talok Tasyakuran Sedekah Bumi Desa Mragel Kec. Sukorame

Lamongan –Jurnal Hukum Indonesia.–

Pada Hari Rabo kliwon masyarakat Dusun Talok Desa Mragel Kec. Sukorame Kab. Lamongan Jawa Timur.
melaksanakan kegiatan rutin setiap tahunnya yaitu dalam rangka sedekah bumi (bersih desa). Masyarakat ikut berpartisipasi dalam rangka kegiatan syukuran tersebut. warga masyarakat bancaan/syukuran di pimpin bapak Sendang Talok sendang kepoh,di Rumah Ibu Kasun (Bu.Polo) Langen Tayub bertempat dirumahnya Ibu Kasun Bu. Puji Astutik perangkat desa Mragel

Pada hari siang Rabo Kliwon ada hiburan Langen Tayub Bertempat Ibu Puji Astutik / Bu. Polo berlanjut malamnya Dusun Talok Desa Mragel kec..Sukorame Kab..Lamongan ,langen dari Sukorame tulung Pim. Suprat desa Tulung kec. Sukorame kab. lamongan (13/05/2026)

Kegiatan pada hari Rabo kliwon dimulai siang jam satu bertempat Bu. Kasun dihadiri bapak kades dan perangkat desa, ketua panitia di bantu dan anggotanya polsek,babinkantimas koramil,babinsa ,RT, RW, Linmas dan tokoh masyarakat, agama Sedekah bumi Bersih Desa pun dilaksanakan dengan pembagian hasil bumi yang sudah diolah maupun belum diolah. Masyarakat ,Warga Desa sangat antusiasi mengikuti acara tersebut. Pada Rabo Kliwon siang dan malam harinya dipertontonkan pertunjukan Langen Tayub dan Campursari dari Son sistem dari dari sinden/ledek,3 orang (1).Nyi (Reni Jombang) (Yayuk jombang) Nyi. (Prapti Mantup) Kec. pramugari pak Jari dari Kec. Dongpreng ,lamongan.

Acara langen tayub tersebut bertempat dirumahnya Bu. Polo dihadiri bapak kepala Desa Mragel Kec.Sukorame Kab. Lamonan Kepala Desa dalam sambutannya mengatakan, “Sedekah bumi,langen tayub ini merupakan suatu upacara adat yang melambangkan rasa syukur manusia terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rezeki melalui bumi berupa segala bentuk hasil bumi,” terangnya.

Untuk informasi upacara ini sebenarnya sangat populer di Indonesia, khususnya di Jawa. Tradisi sedekah bumi mempunyai makna yang lebih dari itu, upacara tradisional sedekah bumi itu sudah menjadi salah satu bagian yang sudah menyatu dengan masyarakat yang tidak akan mampu untuk dipisahkan dari budaya jawa yang menyiratkan syimbol penjagaan terhadap kelestarian yang khas bagi masyarakat agraris maupun masyarakat khususnya yang ada di Jawa.
Editor. (Gik/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *