Pos Kamling Jadi Saksi di Perayaan Milad Moh. Hasan yang Penuh Bahagia

JURNAL HUKUM INDONESIA BANGKALAN 
Kebahagiaan tidak selalu ada di tempat mewah dan berkelas atau dengan pesta besar. Kadang, rasa persaudaraan yang tulus di tengah kesederhanaan justru mampu menghadirkan momen yang paling menyentuh hati.

Suasana itu ada dan sangat terasa dalam sebuah perayaan milad atau ulang tahun ke-60 Moh. Hasan yang digelar secara sederhana di pos kamling pertigaan Kidul Dalam RW 07, Kelurahan Kraton. Meski hanya berlangsung di gardu tempat warga biasa berkumpul dan bercengkrama, acara berlangsung penuh akrab, tawa, dan rasa kekeluargaan.

Beberapa warga yang biasa nongkrong disana hadir memeriahkan momen istimewa bagi sosok yang dikenal dekat, akrab dan hangat dengan lingkungan sekitar, dia Moh. Hasan atau yang kerap disapa Aho, he he..!

Acara diawali dengan doa bersama dipimpin oleh Nurul Hidayat, salah satu sesepuh disana, memohon keselamatan, kesehatan, serta rezeki yang penuh keberkahan bagi seluruh warga gardu dan masyarakat sekitar, khususnya bagi Hasan yang sedang merayakan hari kebahagiaannya.

Dengan sajian tumpeng nasi kuning dan sejumlah menu pelengkap sederhana lainnya, suasana tampak akrab dan kompak. Warga secara bergantian menyampaikan ucapan selamat serta doa terbaik kepada sang sohibul hajat.

Prosesi pemotongan dan penyerahan nasi tumpeng dan berlanjut peniupan lilin di atas kue sederhana yang sudah disiapkan oleh sahabat dan rekan setianya. Satu suapan kue pun menyasar ke arah Hasan dan diterimanya dengan senyum khasnya yang tipis serta disambut tepuk tangan dan tawa pecah yang hadir.

Perayaan itu terasa semakin haru karena bertepatan dengan tahun di mana Hasan telah memasuki masa purna tugas sebagai seorang pendidik setelah puluhan tahun mengabdikan dirinya sebagai guru di Bangkalan dan berakhir tugasnya di salah satu sekolah dasar di wilayah Burneh, Bangkalan.

Dalam kesempatan itu, Nurul Hidayat menyampaikan harapannya agar semangat kebersamaan, kekompakan, dan keharmonisan antarwarga tetap terjaga.

Semoga kebersamaan di gardu ini terus hidup, saling menjaga kekompakan dan bersama membangun lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif,” ujarnya.

Tak mampu menyembunyikan rasa harunya, Hasan mengaku terenyuh atas perhatian dan ketulusan yang diberikan seluruh rekan dan sahabat gardu kepadanya.

Dengan rasa haru mendalam, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada semua yang telah menghadirkan ruang persaudaraan yang hangat di tengah kehidupan bermasyarakat.

Terima kasih atas semua ini, semoga suasana ini terus kita rasakan, saling genggam tangan jaga keharmonisan dan persaudaraan,” ungkap Hasan penuh haru.

Perayaan sederhana di pos kamling itu menjadi bukti bahwa kebahagiaan sejati lahir dari ketulusan, kebersamaan, dan rasa memiliki satu sama lain. Sebab di tengah kehidupan yang terus bergerak cepat, tempat kecil sederhana bernama gardu Song-Osong Ateh masih mampu menjadi rumah bagi hangatnya persaudaraan.

Jurnalis Robin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *